Wednesday, May 20, 2020

Menjual Sarung Batik LUKIS

1 komentar
Batik memiliki sejarah panjang sebagai media dakwah. Nilai-nilai religiositas masuk ke secarik batik. Seperti yang dilakukan Wali Songo, yang menggubah motif batik untuk menghindari penggambaran unsur binatang ataupun manusia. Jika ada unsur tersebut, ia digambarkan dengan tak utuh, lalu dihias dengan corak tumbuhan.

Batik tidak hanya sekedar kain tradisional dengan beragam corak. Didalam batik juga mengandung sejarah dan nilai – nilai tradisi dari bangsa Indonesia yang sangat berharga. Jika dibandingkan dengan kain – kain biasa batik lebih memiliki nilai seni yang sesuai untuk semua kalangan.

                                                   
                                                              T001


T002



T003


T004


T005


                                                                           T006
                                          

                                 
                                                                   T007
                                   


                                    T008

                                        T009


                                      T0010





BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
SARUNG BATIK TULIS (LUKIS
Dijamin pas tidak kependekan Proses cap Bahan katun prima halus, tidak menerawang Adem nyaman dipakai Simpel Mewah Keren COCOK DIPAKAI CEWEK COWOK
STOK SEWAKTU - WAKTU BISA BERUBAH MOHON TANYAKAN TERLEBIH DAHULU.


Cara Pemesanan
 Silahkan kan chat W.a : 081214982114
JL.Lingkungan 3 Rt.001 Rw.009 kel.tegal alur kec.kalideres jakarta barat


 Yuk Sarungan,

Saatnya Sarung Mendunia Semoga diberikan rejeki yang berlimpah, agar bisa memiliki sarung keren ini Aamiin... .


Baca...

Batik Warisan Wali Songo

0 komentar

Batik memiliki sejarah panjang sebagai media dakwah. Nilai-nilai religiositas masuk ke secarik batik. Seperti yang dilakukan Wali Songo, yang menggubah motif batik untuk menghindari penggambaran unsur binatang ataupun manusia. Jika ada unsur tersebut, ia digambarkan dengan tak utuh, lalu dihias dengan corak tumbuhan. Berikut ini warisan batik sembilan wali itu.


Sunan Kali Jaga

Sunan Kalijaga dikenal sebagai pencetus surjan lurik. Surjan adalah model busana adat Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang umumnya dipakai oleh laki-laki. Sunan Kalijaga mengembangkan surjan lurik, bermotif garis-garis vertikal, yang belakangan disebut sebagai pakaian takwa. Pemakaian surjan biasanya dipadukan dengan blangkon dan kain jarik. Sang Sunan juga memberikan torehan motif burung pada batik. Dalam bahasa Kawi, burung disebut "kukila", yang dalam bahasa Arab merupakan rangkaian kata quu dan qiilla yang berarti peliharalah ucapanmu.


Sunan Gunung Jati

Salah satu murid Sunan Gunung Jati yang mengajarkan seni membatik kepada masyarakat Cirebon adalah Ki Buyut Trusmi. Ki Buyut Trusmi mengajarkan seni membatik sembari menyebarkan agama Islam pada 1448-1568. Belakangan dikenal dengan nama batik Trusmi, sesuai pula dengan nama desanya. Motif yang menjadi ciri khas selain Mega Mendung adalah motif keratonan yang diambil dari arsitektur dan interior Keraton Kanoman Cirebon yang dibangun sang Sunan. Motif lainnya adalah motif pesisiran, yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisiran.


Sunan Derajat

Di daerah Lamongan, ada museum khusus Sunan Drajat yang didirikan untuk menghormati jasa Sunan Drajat sebagai wali penyebar agama Islam. Salah satu isinya adalah batik Drajat, yang bermotif bunga teratai, burung garuda, singa, mahkota, dan kubah masjid. Motif-motif ini melambangkan kebijaksanaan untuk menangkal watak dan perilaku jahat, lebih mementingkan negara di atas kepentingan pribadi, dan melambangkan kekuasaan Tuhan.



Sunan Gresik

Maulana Malik Ibrahim adalah salah seorang wali senior yang dianggap pertama kali menyebarkan ajaran agama Islam di Pulau Jawa. Belakangan, sang wali dikenal sebagai Sunan Gresik. Daerah yang ditujunya pertama kali adalah Desa Sembalo, yang terletak di Kecamatan Manyar, salah satu kecamatan di Kabupaten Gresik. Kehadirannya direkam dalam motif Mahkota Giri, yang mengangkat napas Islami. Motif ini melambangkan lima rukun Islam, seperti yang diajarkan sang Sunan. Selain itu, motif ini mengandung makna Sunan Giri pernah memimpin Giri Kedaton. Motif lainnya adalah Sekar Pudak, yang bercorak enam kelopak bunga pudak. Motif ini menggambarkan enam rukun iman.




Sunan Kudus Dan Sunan Muria

Sunan Kudus dan Sunan Muria menambah kaya motif batik yang dihasilkan perajin batik di Kudus. Corak batik Kudus lebih cenderung condong ke batik pesisiran, dan cenderung mirip dengan batik Pekalongan. Batik Kudus sendiri dikenal juga sebagai batik nyonya atau batik saudagaran karena kehalusan dan kerumitan isen-isennya. Kehadiran kedua wali memperkaya khazanah batik Kudus, terutama Kudus Kulon, dengan motif kaligrafi. Ada juga motif kapal kandas yang terkait dengan sejarah perdebatan Sunan Muria dengan Sam Po Kong.


https://koran.tempo.co/

Baca...